KETAPANG — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, berlangsung ketat. Dandim 1203/Ketapang, Letkol Inf Zulkarnaen Galib, memimpin langsung tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polsek Matan Hilir Selatan, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api, Minggu (9/8).
Langkah ini diambil untuk mencegah kobaran api meluas, terutama ke arah pemukiman dan fasilitas umum yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kendala di Lapangan: Gambut Kering dan Angin Kencang
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Kondisi lahan gambut yang kering disertai tiupan angin cukup kencang membuat api cepat menjalar dan menyulitkan petugas di lapangan.
Oleh karena itu, tim gabungan tidak hanya fokus memadamkan api di permukaan. Mereka juga melakukan penyiraman secara mendalam atau cooling down serta memblokir jalur api agar kobaran tidak merambat ke area lain yang lebih luas.
Sinergi Lintas Sektor Disebut Kunci Penanganan
Letkol Inf Zulkarnaen Galib menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi. Dibutuhkan respons cepat dan kerja sama semua pihak agar dampak kebakaran bisa ditekan seminimal mungkin.
“Sinergitas lintas sektor ini sangat penting. Lahan yang terbakar terus kami lokalisir agar titik api tidak meluas, terutama menuju permukiman warga maupun fasilitas umum. Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk saling bahu-membahu dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya di lokasi pemadaman.
Imbauan untuk Warga: Jangan Buka Lahan dengan Api
Selain penanganan darurat, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Pembukaan lahan dengan cara membakar dinilai menjadi pemicu utama karhutla yang kerap terjadi di wilayah Ketapang.
Karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi, serta menurunkan kualitas udara. Dengan keterlibatan berbagai unsur dan dukungan warga, risiko kebakaran yang lebih luas diharapkan dapat diminimalkan.