LANDAK — Pemeriksaan meliputi kelayakan armada pemadam, ketersediaan sumber air di sejumlah titik embung, hingga kesiapan menara pantau api yang berfungsi sebagai sistem deteksi dini. Hasilnya, seluruh perlengkapan penanggulangan karhutla milik dua perusahaan perkebunan sawit itu dinyatakan dalam kondisi baik dan siap pakai.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (6/8/2026) itu dihadiri Camat Sebangki Yopita, Kapolsek Sebangki Ipda Rudiyansyah, Babinsa Sertu Supianto, jajaran Polsek Sebangki, serta General Manager PT CNP dan PT TAA Belman Manik.
Armada dan Peralatan yang Disiagakan
Perusahaan mengerahkan satu unit mobil pemadam tangki berkapasitas 6.000 liter dan satu unit mobil damkar Fuso. Selain itu, tersedia 15 unit mesin Robin, tujuh selang hisap spiral, serta selang pemadam berukuran 1 inci, 2 inci, dan 2,5 inci.
Dukungan logistik juga diperkuat dua unit tangki trailer berkapasitas 3.000 liter dan 5.000 liter. Kelengkapan ini menjadi modal utama tim pemadam kebakaran (Damkar) perusahaan untuk bergerak cepat apabila muncul titik api di area konsesi maupun lahan sekitar.
Pencegahan Lebih Utama daripada Pemadaman
Kapolsek Sebangki Ipda Rudiyansyah menegaskan bahwa upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah api membesar. Ia mengimbau perusahaan dan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Ipda Rudiyansyah mewakili Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari.
Pihaknya memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sumber air menjadi aspek utama yang harus dipastikan sebelum musim kemarau tiba. Dengan begitu, penanganan karhutla bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
Sinergi Tiga Pilar dan Komitmen Perusahaan
Camat Sebangki Yopita mengapresiasi komitmen perusahaan yang rutin merawat peralatan pemadam sehingga selalu dalam kondisi siap pakai. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku usaha harus terus diperkuat untuk meminimalkan risiko kebakaran.
General Manager PT CNP dan PT TAA, Belman Manik, menyatakan perusahaan berkomitmen penuh mendukung pencegahan karhutla. Dukungan itu diwujudkan melalui penyediaan sarana prasarana memadai, pemeliharaan berkala, dan peningkatan kesiapsiagaan personel Damkar.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjaga wilayah perusahaan maupun lingkungan sekitar tetap aman dari ancaman kebakaran,” kata Belman Manik.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan masyarakat, dan keberlangsungan aktivitas usaha di Kecamatan Sebangki selama musim kemarau berlangsung.