KALIMANTAN BARAT — Keputusan ekspor ini diumumkan bersamaan dengan perpanjangan kontrak kerja sama SAIC-GM selama 20 tahun ke depan, hingga 2047. Perusahaan patungan yang berdiri sejak 1997 itu kini menyiapkan diri bersaing di pasar internasional, dimulai dari Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, hingga kawasan Asia-Pasifik.
"Perjanjian hari ini mencerminkan keyakinan kami terhadap SAIC-GM dan potensi pertumbuhan jangka panjangnya," ujar John Roth, senior vice president GM sekaligus president GM China, Rabu (16/7).
Elektra E7: SUV Premium dengan Jangkauan 1.012 Km
Electra E7 yang diluncurkan di China pada April 2025 ini langsung menjadi tulang punggung penjualan Buick di sana. Dalam sebulan pertama, SUV berukuran menengah ini mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit — rekor baru untuk kendaraan energi baru dari perusahaan patungan di China.
Dari sisi teknis, E7 mengusung arsitektur Xiao Yao dengan kombinasi mesin 1.5-liter dan motor listrik 165 kW. Baterai 32,6 kWh memberikannya jangkauan murni listrik 230 km berdasarkan siklus CLTC, sementara total jangkauan gabungan tembus 1.630 km atau setara 1.012 mil.
Kabin Mewah dengan Kulkas Bawaan dan 20 Speaker Dolby Atmos
Yang menarik, E7 tidak lagi sekadar Buick yang kita kenal selama ini. Kabinnya dibekali layar infotainment mengambang 15,6 inci, layar hiburan belakang 15,6 inci, jok reclining zero-gravity, sistem audio 20 speaker Dolby Atmos, hingga kulkas bawaan. Spek ini jelas menyasar pembeli yang selama ini melirik premium SUV listrik buatan China seperti Nio atau Li Auto.
Di pasar asalnya, E7 ditawarkan dalam tiga varian dengan banderol mulai RMB 154.900 hingga RMB 194.900 (sekitar Rp 347 juta hingga Rp 437 juta dengan kurs Rp 2.240 per RMB). Harga ekspor ke pasar internasional belum diumumkan.
Strategi Jangka Panjang: 30 Model Baru Hingga 2030
Ekspor E7 hanyalah langkah awal. SAIC-GM berencana meluncurkan sedikitnya 30 kendaraan energi baru hingga 2030, mencakup plug-in hybrid, extended range electric vehicle, dan baterai murni. Sub-brand premium Electra yang baru berusia setahun kini sudah memiliki sedan, SUV, dan MPV dengan tiga pilihan sistem penggerak.
Fokus perusahaan patungan ini juga akan diarahkan ke dua merek utama: Buick dan Cadillac. Langkah ini diambil di tengah persaingan ketat pasar China yang dipenuhi pemain lokal dengan agresivitas harga tinggi.
Bagi konsumen Indonesia, kabar ini menarik untuk diikuti. GM belum menyebut apakah ekspor akan menjangkau Asia Tenggara pada tahap awal, tapi kehadiran E7 di pasar global bisa menjadi indikasi arah produk Buick di masa depan — lebih mewah, lebih berteknologi, dan lebih agresif dari generasi sebelumnya.