Pencarian

Ribuan Jamaah Penuhi Arena Utama MTQ XXXIV Kalbar untuk Salat Magrib Berjemaah, Harjani Hefni Ingatkan Soal Niat

Minggu, 02 Agustus 2026 • 21:15:01 WIB
Ribuan Jamaah Penuhi Arena Utama MTQ XXXIV Kalbar untuk Salat Magrib Berjemaah, Harjani Hefni Ingatkan Soal Niat
Ribuan jamaah memenuhi pelataran panggung utama MTQ XXXIV Kalimantan Barat untuk melaksanakan salat Magrib berjemaah di Kayong Utara, Minggu (2/8/2026).

KAYONG UTARA — Hamparan saf salat yang memanjang memenuhi pelataran depan panggung utama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara pada Minggu (2/8/2026) sore. Ribuan orang berdiri rapat tanpa membedakan asal daerah maupun jabatan, berlatar panggung megah berkubah keemasan.

Suasana tersebut mengingatkan pada pelaksanaan salat Idulfitri atau Iduladha. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan tradisi yang sengaja dihadirkan sejak MTQ tahun lalu dan kembali dilanjutkan pada ajang tahun ini.

Menghidupkan Ruh Al-Qur'an di Tengah Kompetisi

Inisiatif salat berjemaah ini merupakan ikhtiar panitia agar MTQ tidak berhenti pada ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur'an. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui ibadah bersama di sela-sela agenda kompetisi.

Pantauan di lokasi, jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian salat Magrib. Setelahnya, suasana berlanjut dengan tausiah yang disampaikan Dr. H. Harjani Hefni di hadapan ribuan peserta dan masyarakat.

Pesan Harjani Hefni: Kemuliaan Berawal dari Niat

Dalam tausiahnya, Harjani mengajak seluruh jamaah untuk meluruskan niat dalam mengikuti MTQ. Ia menegaskan, siapa pun yang berinteraksi dengan Al-Qur'an akan merasakan nikmat dan keberkahannya.

"Tempat turunnya Al-Qur'an, yaitu Makkah dan Madinah, menjadi kawasan yang sangat diberkahi Allah sehingga setiap tahun dikunjungi jutaan manusia dari seluruh dunia," ujarnya.

Harjani juga mengingatkan bahwa waktu diturunkannya Al-Qur'an, yakni pada malam Lailatul Qadar, merupakan malam yang paling mulia. Bahkan, menurutnya, lembaran kertas yang digunakan untuk menuliskan ayat-ayat Al-Qur'an pun memperoleh kemuliaan karena menjadi media bagi kalam Allah.

"Kalau tempatnya dimuliakan, waktunya dimuliakan, bahkan medianya pun dimuliakan, maka mudah-mudahan kita yang hadir di MTQ ini juga dimuliakan oleh Al-Qur'an," tuturnya.

MTQ Bukan Sekadar Lomba, tapi Syiar Ibadah

Harjani menekankan bahwa kemuliaan tersebut sangat bergantung pada niat setiap orang. Ia mengajak seluruh peserta dan panitia menjadikan perhelatan ini sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah.

"Apa pun yang kita lakukan, kalau niatnya mulia, insyaallah hasilnya juga mulia. Mari sama-sama kita luruskan niat, menjemput keberkahan Allah. Semoga Allah menerima setiap niat baik kita," pesannya.

Momen khusyuk yang menyatukan ribuan insan pecinta Al-Qur'an itu menjadi salah satu kesan paling mendalam di hari pertama penyelenggaraan MTQ XXXIV Kalimantan Barat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa MTQ adalah syiar Islam yang menghidupkan nilai-nilai ibadah, persaudaraan, dan kecintaan kepada Al-Qur'an.

Follow www.kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks