KUBU RAYA — Personel Sat Samapta Polres Kubu Raya diterjunkan langsung ke titik api untuk menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar. Titik kebakaran berada di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, tepat di belakang dua sekolah yang masih beroperasi, yakni SMPN 12 dan SDN 5.
Operasi pemadaman ini melibatkan kolaborasi lintas instansi. Selain Sat Samapta Polres Kubu Raya, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Manggala Agni, TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, serta mobil pemadam kebakaran swasta turut dikerahkan ke lokasi.
Lokasi Rawan di Belakang Sekolah, Asap Ganggu Aktivitas Belajar?
Lokasi kebakaran yang berada di belakang lingkungan sekolah menjadi perhatian utama tim pemadam. Keberadaan lahan gambut yang terbakar berpotensi menghasilkan asap tebal yang dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMPN 12 dan SDN 5.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai dampak asap terhadap jam belajar siswa. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan secara masif untuk mencegah api merambat lebih luas ke area permukiman dan fasilitas pendidikan.
Karhutla Berkepanjangan, Gambut Jadi Faktor Api Sulit Padam
Lahan gambut dikenal sulit dipadamkan karena api dapat membakar di bawah permukaan tanah. Hal ini diduga menjadi penyebab kebakaran di Dusun Sidomulyo bertahan hingga satu pekan, meskipun berbagai upaya pemadaman telah dilakukan oleh tim gabungan sejak awal kemunculan titik api.
Personel di lapangan terus berupaya menyemprotkan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Proses pendinginan lahan gambut membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran di permukaan lahan biasa.
Upaya Pembasahan Intensif Dilakukan untuk Cegah Perluasan
Pembasahan lahan gambut secara intensif menjadi strategi utama tim gabungan untuk menghentikan laju api. Penyemprotan air dilakukan dari berbagai sisi titik kebakaran, termasuk akses di belakang kompleks sekolah.
Masyarakat Peduli Api (MPA) yang merupakan relawan lokal turut membantu memantau titik-titik api baru di sekitar lokasi. Keterlibatan warga ini dinilai krusial dalam mempercepat deteksi dini potensi kebakaran susulan di area gambut yang luas.
Belum ada laporan resmi mengenai luas lahan yang terbakar maupun kerugian materiil akibat karhutla ini. Tim gabungan masih fokus pada upaya pemadaman total dan pendinginan lahan untuk memastikan api benar-benar padam.