Pencarian

23 Jurnalis di Kalbar Ikuti UKJ AMSI, Jawab Krisis Kepercayaan dengan Sertifikasi Kompetensi

Kamis, 09 Juli 2026 • 19:13:01 WIB
23 Jurnalis di Kalbar Ikuti UKJ AMSI, Jawab Krisis Kepercayaan dengan Sertifikasi Kompetensi
jurnalis Kalbar mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis AMSI sebagai upaya peningkatan integritas profesi.

PONTIANAK — Sebanyak 23 jurnalis dari berbagai media siber di Kalimantan Barat mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalbar di Pontianak, Kamis (9/7/2026). Sertifikasi ini menjadi syarat wajib Dewan Pers sekaligus langkah strategis menjaga integritas di tengah anjloknya kepercayaan publik terhadap media.

Tingkat Kepercayaan Global di Bawah 50 Persen

Ketua Penguji dari Lembaga Penguji Kompas, Johanes Heru Margianto, membeberkan data dari Reuters Digital Institute. Tingkat kepercayaan global terhadap media kini berada di bawah 50 persen. Di Indonesia, angkanya lebih rendah, yakni di kisaran 3,8 hingga 3,9 dari skala tertentu.

"Apa kemudian yang tersisa dari kita kalau kepercayaan terhadap media secara global maupun lokal itu tidak melebihi dari separuh. Yang bisa kita pertahankan adalah integritas dan kredibilitas," tegas Heru.

Ia menambahkan, audiens kini mulai beralih ke media sosial, influencer, hingga teknologi kecerdasan buatan seperti Gemini dan Meta untuk mencari informasi.

Standar Profesi Setara Dokter

Sekda Pemprov Kalbar Harisson menyebut era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuntut wartawan memiliki kompetensi mumpuni. Masyarakat butuh informasi akurat dari sumber terpercaya.

"Wartawan harus memiliki benar-benar kompetensi. Akurasi pemberitaan, kedalaman, dan etika harus terjaga. Jika Anda menjaga ini, kepercayaan masyarakat akan tinggi," ujarnya saat membuka UKJ.

Harisson membandingkan proses sertifikasi jurnalis dengan profesi kedokteran yang memerlukan tahapan panjang demi layanan aman bagi masyarakat. Standar ketat dinilai krusial di tengah banjir informasi yang tidak terverifikasi.

Tiga Jenjang Uji Kompetensi

UKJ ini menggandeng Lembaga Penguji Kompas dengan tiga jenjang: muda, madya, dan utama. Lima penguji dari Kompas diterjunkan untuk memastikan objektivitas penilaian.

Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, menegaskan UKJ menjadi sarana bagi jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas diri. "Kita harus selalu memperbaharui diri, belajar hal-hal baru, sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan yang menjaga kekuasaan," katanya.

Menurut Muhlis, kondisi industri media saat ini memang sedang berada dalam situasi krusial. Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu benteng agar profesi wartawan tetap relevan sebagai pilar keempat demokrasi.

Dukungan Mitra Strategis

Kegiatan ini didukung sejumlah mitra strategis, antara lain Pemerintah Provinsi Kalbar, Polda Kalbar, BPJS Ketenagakerjaan, PT Dharma Inti Bersama, Sinar Mas Agribusiness and Food, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, PLN, GAPKI Kalbar, PT Borneo Alumina Indonesia, Wilmar, Indosat, dan Aming Coffee.

UKJ AMSI Kalbar 2026 diharapkan mampu menjawab tantangan krisis kepercayaan terhadap institusi pers yang melanda dunia. Dengan integritas sebagai benteng terakhir, jurnalis daerah diharapkan tetap menjadi rujukan informasi yang kredibel bagi masyarakat.

Follow www.kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: berkatnewstv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks