PONTIANAK — Pemadaman listrik bergilir yang melanda Pontianak beberapa waktu lalu disebut mengganggu aktivitas warga. Namun, tidak bagi Ferdi, warga Jalan Sepakat 1 yang sudah beralih ke panel surya sejak 2010.
Ia mengaku penggunaan panel surya membuatnya tidak terlalu terdampak pemadaman yang terjadi, terutama di siang hari.
Bagaimana Panel Surya Bekerja Saat Pemadaman?
Ferdi menjelaskan, sistem panel surya yang dimilikinya berjalan otomatis. Pada siang hari, aktivitasnya tidak terganggu sama sekali. Kendala baru terasa di malam hari, saat ia harus membatasi pemakaian listrik.
“Semuanya berjalan otomatis kalau siang tidak masalah, paling malam saja. Kita batasi penggunaan listrik paling untuk lampu, cas handphone,” ujarnya saat diwawancarai.
Alasan Beralih ke Energi Surya
Keputusan Ferdi menggunakan panel surya didorong oleh kondisi cuaca Kota Pontianak yang panas dan cerah. Menurutnya, sinar matahari yang melimpah membuat listrik yang dihasilkan panel surya semakin besar.
“Alasan menggunakan panel surya ini karena kita lihat kondisi cuaca di Pontianak ini matahari cerah sehingga listrik yang dihasilkan melalui panel ini semakin banyak dan untuk mengurangi tagihan listrik,” katanya.
Hemat 30-40 Persen, Tak Lagi Bergantung PLN
Ferdi mengaku tagihan listriknya kini lebih ringan. Ia menyebut penghematan mencapai 30 hingga 40 persen per bulan. Penggunaan listrik terbesar, menurut dia, berasal dari pendingin ruangan (AC) dan kompor induksi.
“Dengan tenaga surya ini supaya kita juga lebih mandiri tidak terlalu tergantung listrik dan pastinya hemat budget bayar listriknya. Saat ini saya merasa tidak terlalu terdampak pemadaman bergilir,” ujarnya.
Saat ini, Ferdi memiliki sekitar tujuh panel surya yang mampu digunakan seharian penuh. Ia menggunakan kombinasi listrik dengan porsi 60 persen dari PLN dan 40 persen dari panel surya.