Pencarian

Pasar PC Global Turun 4,9% di Q2 2026, Apple Justru Catat Pertumbuhan 10,1% Berkat MacBook Neo

Kamis, 09 Juli 2026 • 01:16:41 WIB
Pasar PC Global Turun 4,9% di Q2 2026, Apple Justru Catat Pertumbuhan 10,1% Berkat MacBook Neo
Pasar PC global turun 4,9% pada kuartal II 2026, mencerminkan koreksi pasar setelah pemulihan pandemi.

KALIMANTAN BARAT — Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) mengonfirmasi bahwa pasar PC global memasuki fase koreksi. Pada kuartal II 2026, pengiriman PC secara global turun 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 71,7 juta unit menjadi 68,2 juta unit. Penurunan ini menjadi yang pertama sejak tahun 2024, menandai berakhirnya tren pemulihan pasca-pandemi.

Lonjakan Apple Berkat MacBook Neo

Di tengah lesunya pasar, Apple justru mencatat pengiriman Mac sebanyak 10,1% lebih tinggi dibanding Q2 2025. Pangsa pasar perusahaan asal Cupertino itu pun naik menjadi 9,9%. IDC secara spesifik mengaitkan pertumbuhan ini dengan peluncuran MacBook Neo, lini terbaru yang dirilis pada kuartal tersebut.

"Pertumbuhan pangsa pasar Apple bertepatan dengan peluncuran produk terbarunya, MacBook Neo," tulis IDC dalam laporannya. "Meski perusahaan menaikkan harga sejalan dengan tren pasar, Apple tetap berada dalam posisi yang kuat melawan para pesaing yang menghadapi tekanan biaya yang sama."

Nasib Vendor Lain: Lenovo Juara, HP dan Dell Merosot

Peringkat lima besar vendor global tidak berubah dari Q2 2025. Lenovo tetap memimpin dengan pangsa pasar 24,4%, meski pengirimannya turun 2,1% YoY. HP berada di posisi kedua dengan pangsa 19,1% setelah mencatat penurunan 9%. Dell bertahan di peringkat ketiga dengan pangsa 13,6% dan koreksi 5%.

ASUS menutup lima besar dengan pangsa 7,4% dan pertumbuhan tipis 0,2% — satu-satunya vendor selain Apple yang tidak mencatat penurunan. Sementara itu, vendor-vendor kecil disebut IDC mulai kesulitan bertahan di tengah krisis pasokan memori, yang berpotensi memperkuat dominasi para pemain besar.

Fenomena Aneh: Unit Turun, Pendapatan Malah Naik

IDC menyoroti adanya anomali di pasar PC saat ini. Meski jumlah unit yang dikirim berkurang, pendapatan vendor justru meningkat. Penyebabnya adalah kenaikan harga jual yang lebih cepat dibanding laju penurunan permintaan.

"Kisah sesungguhnya adalah ketidakcocokan antara unit dan dolar," ujar Jitesh Ubrani, research director for consumer devices di IDC. "Pengiriman turun, tapi pendapatan naik karena vendor mendorong kenaikan harga lebih cepat daripada penurunan permintaan."

Kondisi ini dipicu oleh krisis pasokan memori yang berkepanjangan. IDC memperkirakan kelangkaan ini baru akan mereda pada awal 2028. Akibatnya, harga komponen terus naik dan vendor terpaksa membebankannya ke konsumen.

Dampak ke Konsumen: Siklus Upgrade Terancam Macet

IDC memperingatkan bahwa tekanan harga yang berkepanjangan bisa mulai membebani siklus upgrade PC pengguna. Hal ini terjadi meskipun minat terhadap fitur kecerdasan buatan (AI) pada perangkat terus meningkat. Konsumen disebut mulai menunda pembelian karena harga yang terus merangkak naik.

Prospek jangka pendek juga suram. "Dengan kondisi makro yang memburuk dan kelangkaan memori yang diperkirakan belum mereda hingga awal 2028, kami tidak memperkirakan akan ada siklus penimbunan inventaris lagi," tambah Ubrani. "Ini mengindikasikan perlambatan tajam pada pertumbuhan di paruh kedua 2026. Vendor bersiap menghadapi kenaikan harga lebih lanjut hingga 2027, dan saluran distribusi sudah mulai khawatir dengan tingginya inventaris di titik harga yang lebih mahal."

Bagi pengguna di Indonesia, situasi ini berarti harga laptop dan PC diperkirakan masih akan bertahan tinggi setidaknya hingga tahun depan. Jika tidak mendesak, menunggu momen promo atau mempertimbangkan generasi sebelumnya bisa menjadi strategi yang lebih cerdas.

Follow www.kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks