SEKADAU — Musim durian tahun ini kembali menghidupkan aktivitas ekonomi warga di Kabupaten Sekadau. Sejumlah pedagang musiman memanfaatkan momen panen raya dengan membuka lapak di berbagai titik strategis kota, salah satunya di kawasan Pasar Kujang dan Lawang Kuari.
Bastian Rudi, salah seorang pedagang, memulai usahanya dengan modal awal sekitar Rp2 juta. Ia menjajakan durian setiap hari mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Meski hasil penjualan tak selalu stabil, ia mengaku omzet bisa mencapai lebih dari Rp1 juta dalam dua hari.
Cuaca dan Akhir Pekan Jadi Penentu Omzet
Menurut Bastian, kondisi cuaca dan jumlah pengunjung sangat memengaruhi pendapatannya. "Tergantung cuaca, kadang ramai kadang tidak. Setidaknya bisa dapat sekitar satu juta atau lebih dalam dua hari," ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Peningkatan penjualan biasanya terjadi pada akhir pekan, khususnya malam Minggu. Saat itu, aktivitas masyarakat di sekitar Pasar Kujang lebih padat, membuat dagangannya lebih laris.
Harga Terjangkau, dari Rp5.000 hingga Rp20.000
Untuk menarik minat pembeli, Bastian menawarkan durian dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp5.000, Rp15.000, hingga Rp20.000 per buah. Rentang harga ini sengaja dipatok agar bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Ia mengaku bukan pendatang baru di bisnis musiman ini. Tradisi berdagang durian telah dijalankan keluarganya sejak zaman ayahnya. Kini, Bastian meneruskannya sebagai salah satu mata pencaharian tambahan setiap musim panen tiba.
Musim Durian, Penggerak Ekonomi Lokal Sekadau
Fenomena musim durian tak hanya menguntungkan pedagang seperti Bastian. Kehadiran lapak-lapak durian di berbagai sudut Kota Sekadau turut menggerakkan roda ekonomi warga. Warga berbondong-bondong menikmati buah musiman ini, sekaligus menjadi peluang usaha bagi pedagang lokal.
Bastian berharap usahanya bisa terus berlanjut. "Kalau ada rezeki, Alhamdulillah kita lanjut. Apa yang ingin kita usahakan, tetap kita usahakan," ungkapnya.