KAYONG UTARA — Peringatan Harlah Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi'iyah (IKSASS) ke-38 berlangsung di kediaman Ustadz H. Basir Abdurrahman, Dusun Payak Itam, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (8/10/2026). Agenda itu dirangkai dengan Haul KHR. Ach. Fawaid As'ad dan dihadiri jajaran pengurus IKSASS Kayong Utara, para alumni, wali santri, serta simpatisan.
Kehadiran Ketua Tanfidziyah PCNU Kayong Utara, Kiai Kusnan, menjadi penanda kedekatan antara jam'iyah pesantren dan Nahdlatul Ulama di daerah tersebut. Ia menilai pertemuan semacam ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang konsolidasi kader.
Sinergi IKSASS dan PCNU Dianggap Punya Akar Sejarah
Menurut Kiai Kusnan, IKSASS menempati posisi strategis untuk memperkuat kapasitas kader sekaligus membumikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Kayong Utara. Ia menyinggung akar sejarah yang menyambungkan organisasi alumni ini dengan perjuangan NU.
IKSASS menghimpun alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, yang memiliki keterkaitan erat dengan KHR. As'ad Syamsul Arifin. Tokoh itu dikenal sebagai salah satu figur penting dalam sejarah berdirinya NU sekaligus pendiri dan pengasuh pesantren tersebut.
"Kami mengajak IKSASS untuk terus bersinergi dan aktif berkhidmat. Ini sejalan dengan gerakan PCNU Kayong Utara dalam memperkuat kader yang militan, kompeten, serta memiliki kepedulian terhadap umat dan masyarakat," ujar Kiai Kusnan.
Kaderisasi Lewat PD-PKPNU Jadi Pintu Masuk Alumni
Kiai Kusnan menyebut hubungan harmonis antara pesantren, alumni, dan NU perlu dirawat lewat kerja nyata. Ia merujuk sejumlah agenda sinergi jam'iyah pesantren bersama PCNU Kayong Utara, baik melalui pengurus di tingkat MWCNU maupun badan otonom NU.
Salah satu jalur yang ditawarkan adalah Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). Keterlibatan alumni pesantren dalam program kaderisasi dinilai akan memperkuat struktur dan gerakan NU di tingkat daerah.
"Kami berharap keterlibatan alumni pesantren, termasuk alumni Salafiyah Syafi'iyah, dapat semakin memperkuat jam'iyah NU di Kayong Utara. Secara struktural maupun kultural, masyarakat Nahdliyin di daerah ini cukup besar," ujarnya.
"Hubungan ini sudah tercermin dalam sejumlah agenda sinergi jam'iyah pesantren bersama PCNU Kayong Utara, baik melalui pengurus di tingkat MWCNU maupun badan otonom NU," katanya menambahkan.
Lima Wasiat KHR. As'ad Jadi Pegangan Alumni
Pengurus IKSASS Alumni Kayong Utara, Khodri, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua PCNU dalam rangkaian Harlah ke-38 dan Haul KHR. Ach. Fawaid As'ad. Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi titik awal penguatan sinergi kedua pihak.
"Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal bagi kita untuk terus bergerak dan berkhidmat sesuai dengan dawuh guru kami, KHR. As'ad Syamsul Arifin," kata Khodri.
Khodri mengingatkan lima wasiat KHR. As'ad Syamsul Arifin kepada para santri yang telah pulang dan mengabdi di tengah masyarakat. Wasiat itu mencakup perintah mengurusi pendidikan Islam, berdakwah melalui NU, serta ikut mengembangkan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengutip pesan KHR. As'ad kepada para santrinya soal pentingnya tetap berada dalam barisan perjuangan NU setelah kembali ke kampung halaman. Pesan itu dinilainya masih relevan bagi alumni IKSASS yang kini tersebar di berbagai wilayah Kayong Utara.