MEMPAWAH — Sekretaris DPC Partai Demokrat Mempawah, Erdediawan, menyatakan pembersihan aliran sungai di belakang Keraton Amantubillah menyasar tumbuhan liar yang tumbuh tak terkendali. Menurutnya, eceng gondok dan gulma yang dibiarkan menumpuk berpotensi menghambat arus air, terutama saat cuaca ekstrem datang.
Kegiatan itu melibatkan pengurus dan kader Demokrat Mempawah, Komunitas Sosial Anak Mempawah Punya Cerita (AMPC), serta Tim Dinas PUPR Kabupaten Mempawah. Selain tenaga manual, tim mengerahkan mesin dan sejumlah sampan motor untuk menjangkau titik aliran yang sulit diakses dari tepi.
Jalur Air Nelayan yang Mulai Tertutup Tumbuhan Liar
Aliran sungai di belakang Keraton Amantubillah menjadi jalur memotong bagi nelayan dan pemancing menuju sungai utama Kota Mempawah. Rute itu menghubungkan kawasan Kelurahan Pulau Pedalaman hingga Terusan.
Erdediawan menyebut tumpukan tumbuhan liar selama ini menghambat lalu lintas air yang dilalui warga. Legislator Partai Demokrat yang akrab disapa Dedet ini menilai kondisi tersebut perlu ditangani langsung, bukan sekadar diingatkan lewat imbauan.
"Dengan banyaknya tumbuhan liar tentu saja menghambat arus lalu lintas air para nelayan dan pemancing selama ini," ungkap Erdediawan.
Antisipasi Banjir hingga Jaga Kualitas Air
Pembersihan difokuskan pada pencegahan penyumbatan aliran sungai. Menurut Erdediawan, langkah itu sekaligus menekan risiko banjir ketika curah hujan tinggi melanda kawasan Mempawah.
Dia menambahkan, kualitas air dan kelestarian ekosistem sungai menjadi pertimbangan lain dalam aksi tersebut. Tumbuhan liar yang menutupi permukaan air dinilai mengganggu kehidupan biota dan mempercepat pendangkalan.
"Pembersihan ini bertujuan mencegah penyumbatan aliran sungai, mengurangi risiko banjir saat terjadi cuaca ekstrem, sekaligus meningkatkan kualitas air dan menjaga ekosistem sungai," ujar Erdediawan.
Kolaborasi Lintas Komunitas dan Instansi
Erdediawan menegaskan kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Partisipasi komunitas dan warga, katanya, menentukan apakah hasil pembersihan bisa bertahan lama.
Kolaborasi antara pengurus Demokrat, komunitas AMPC, dan Tim Dinas PUPR Mempawah disebutnya sebagai contoh kerja lintas pihak yang perlu dijaga keberlanjutannya. Aksi gotong royong ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.
"Terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader Demokrat, AMPC serta Tim Dinas PUPR Mempawah yang sudah ikut serta dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," pungkasnya.
Pembersihan aliran sungai di belakang Keraton Amantubillah dijadwalkan berlanjut pada Kamis (8/10/2026), menyusul bagian aliran yang belum tuntas disapu pada hari pertama.