MEMPAWAH — Upacara pelepasan berlangsung di dermaga Pelabuhan Internasional Kijing Regional 2 Pontianak, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah. Sejumlah pejabat TNI AL dan unsur terkait hadir mengikuti prosesi tersebut. Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, JS Kunisaki 4003 diberangkatkan meninggalkan dermaga.
Dukungan Helikopter CH untuk Operasi Karhutla
Kehadiran JS Kunisaki 4003 di Kalimantan Barat bukan kunjungan kapal militer biasa. Kapal tersebut membawa misi kemanusiaan Pemerintah Jepang untuk mendukung penanganan karhutla, termasuk melalui dukungan operasi helikopter CH.
Commander of Japan Disaster Relief (JDF) COL Nakahara Shunji menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari misi bantuan Jepang dalam penanggulangan kebakaran. Dukungan udara menjadi salah satu komponen utama misi yang dijalankan personel Jepang di wilayah Kalbar.
Kabut Asap Sempat Batasi Jarak Pandang Saat Kedatangan
Perjalanan misi tidak berjalan tanpa hambatan. Saat pertama kali tiba di Kalimantan Barat, jarak pandang disebut sangat terbatas akibat kabut asap.
Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan operasi. Meski demikian, tantangan tersebut tidak menghentikan misi kemanusiaan yang dijalankan personel Jepang hingga tuntas.
Apresiasi Dandim 1201/Mempawah atas Bantuan Jepang
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini menyampaikan apresiasi atas bantuan dan dukungan Pemerintah Jepang dalam menghadapi bencana karhutla di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan kerja sama kemanusiaan antarnegara.
"Kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas bantuan dan kerja sama yang telah diberikan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Ini merupakan bentuk nyata kerja sama kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Ali Isnaini.
Ia menilai misi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang. Kerja sama itu tidak hanya menyangkut konteks pertahanan, tetapi juga kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
"Misi ini menunjukkan bahwa ketika menghadapi bencana, kerja sama dan kepedulian lintas negara dapat menjadi kekuatan yang sangat berarti. Semoga kerja sama dan persahabatan Indonesia dengan Jepang semakin erat dan terus berkembang di masa mendatang," katanya.
Jabat Tangan Personel dan Korsik TNI AL Iringi Keberangkatan
Suasana pelepasan berlangsung penuh keakraban setelah upacara selesai. Personel militer Jepang dan Indonesia saling berjabat tangan sebelum JS Kunisaki 4003 diberangkatkan.
Jajar kehormatan pemberangkatan mengiringi keberangkatan kapal militer Jepang tersebut, disertai alunan korsik TNI AL. JS Kunisaki 4003 perlahan meninggalkan Pelabuhan Internasional Kijing, lalu bergerak keluar dari perairan Indonesia dengan pengawalan KRI JOL-358.
Hadir dalam upacara itu Wadan Koderal XII Laksamana Pertama TNI Fajar Rusdianto, Asops Kodaeral XII Kolonel Laut (P) Arif Rahman, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, serta sejumlah pejabat TNI AL dan unsur terkait lainnya.