Pencarian

Dinkes Kalbar Latih Tenaga Medis FKTP Tangani Henti Jantung dengan EKG dan AED

Senin, 05 Oktober 2026 • 16:46:01 WIB
Dinkes Kalbar Latih Tenaga Medis FKTP Tangani Henti Jantung dengan EKG dan AED
Tenaga medis mengikuti pelatihan penggunaan EKG dan AED di Pontianak.

PONTIANAK — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelatihan penggunaan elektrokardiogram (EKG) dan automated external defibrillator (AED) bagi tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Kegiatan itu diarahkan agar tenaga medis mampu melakukan deteksi dini, mengenali kegawatdaruratan kardiovaskular, dan memberi penanganan awal secara tepat sebelum pasien memperoleh penanganan lanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Erna Yulianti mengatakan pembekalan itu menyasar kemampuan teknis yang selama ini jarang dimiliki tenaga medis di layanan primer. "Kami melakukan pembekalan kepada tenaga medis untuk meningkatkan kemampuan melakukan deteksi dini menggunakan elektrokardiogram (EKG) dan mengoperasikan automated external defibrillator (AED) menjadi kompetensi penting dalam upaya menyelamatkan nyawa pasien," kata Erna di Pontianak.

Mengapa Henti Jantung Jadi Prioritas di Layanan Primer

Erna menyebut penyakit kardiovaskular secara global masih menjadi salah satu penyebab utama kematian. Kondisi serupa juga menjadi perhatian di Indonesia, tempat penyakit tidak menular mendominasi penyebab kematian dengan penyakit jantung dan stroke sebagai bagian besar dari beban tersebut.

Kesiapsiagaan tenaga medis di FKTP dinilai perlu terus ditingkatkan seiring kebutuhan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan primer. Layanan primer dituntut mampu memberikan respons cepat terhadap kondisi yang mengancam nyawa.

Faktor Risiko dan Tantangan Geografis Kalbar

Di Kalimantan Barat, tantangan penyakit tidak menular semakin nyata dengan masih adanya sejumlah faktor risiko. Kebiasaan merokok, hipertensi, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat menjadi sebagian di antaranya.

Selain faktor risiko, kondisi geografis dan keterbatasan akses di sejumlah wilayah Kalbar menjadi tantangan tersendiri. Penanganan kegawatdaruratan membutuhkan respons medis cepat, sementara jarak dan akses menjadi kendala.

"Dalam situasi tersebut, keberadaan tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi sangat strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan," kata Erna.

Kompetensi yang Diharapkan Terpakai di Tempat Tugas

Pelatihan yang diberikan mencakup peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga medis. Erna menyebut langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan primer guna menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan kegawatdaruratan kardiovaskular.

"Pelatihan yang diberikan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga medis. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan primer guna menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan kegawatdaruratan kardiovaskular," katanya.

Dinas Kesehatan Kalbar berharap kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara optimal di tempat tugas masing-masing. Peningkatan kapasitas tenaga medis diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berdampak langsung terhadap kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.

"Peran Saudara sebagai tenaga kesehatan sangat menentukan dalam upaya penyelamatan nyawa dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat," ujar Erna.

Follow www.kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks