PONTIANAK — Sebaran titik panas di Kalimantan Barat masih cukup tinggi. Data BMKG menunjukkan 517 hotspot terdeteksi di sejumlah kabupaten/kota, dengan 486 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, 24 titik tinggi, dan 7 titik rendah.
Ketapang menyumbang porsi terbesar, yakni 438 titik. Rinciannya, 407 titik tingkat kepercayaan sedang, 24 titik tinggi, dan 7 titik rendah. Angka ini jauh di atas daerah lain di Kalbar.
Setelah Ketapang, Sintang terdeteksi 29 titik panas, disusul Melawi 24 titik, Sanggau 14 titik, dan Sekadau 4 titik. Bengkayang dan Landak masing-masing tercatat 2 titik.
Kubu Raya juga terdeteksi 2 titik panas. Kapuas Hulu dan Kayong Utara masing-masing 1 titik. Sementara Sambas, Mempawah, Pontianak, dan Singkawang tercatat nihil hotspot.
BMKG menjelaskan data hotspot diperoleh melalui sensor VIIRS dan MODIS pada satelit NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Deteksi menunjukkan lokasi yang mengalami anomali suhu panas dibandingkan kondisi sekitarnya.
Namun, BMKG mengingatkan hotspot dapat tidak terdeteksi apabila wilayah tertutup awan atau berada dalam kondisi blank zone. Artinya, jumlah titik panas di lapangan bisa lebih banyak dari yang terpantau satelit.
Sebaran titik panas dengan konsentrasi tinggi di Ketapang menjadi perhatian, terutama seiring potensi kebakaran hutan dan lahan. Wilayah dengan hotspot terbanyak perlu mendapat pemantauan lebih ketat.
BMKG tidak menyebutkan tindak lanjut khusus dalam data tersebut. Namun, informasi ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan warga di wilayah dengan titik panas tinggi.