KUBU RAYA — Penutupan lomba karya jurnalistik ini bukan sekadar seremonial. Sukiryanto menyebut produk jurnalistik yang dihasilkan media massa tidak hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat, tetapi juga bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
“Kegiatan ini tentunya memberikan manfaat yang besar. Apalagi jurnalis-jurnalis kita profesional dalam mengembangkan ide, serta mengikuti trend di jaman teknologi saat ini,” ucapnya usai menutup perlombaan video dan foto Mitra Jurnalis Kubu Raya sekaligus malam puncak Dermaraja sunset festival, Sabtu (8/8/2026) malam.
Kehadiran pelawak nasional Lies Hartono atau yang akrab disapa Cak Lontong menambah semarak malam puncak festival. Ia mengaku baru pertama kali mengisi acara di Kubu Raya dan merasakan langsung kearifan lokal yang masih kental.
“Saya apresiasi luar biasa acaranya. Rangkaian acaranya juga tadi kita lihat banyak lomba yang dilaksanakan. Dan semuanya saya lihat kekinian banget,” tutur Cak Lontong.
“Sangat luar biasa silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat Kubu Raya, nyaman rasanya,” katanya menambahkan.
Ketua Panitia Lomba Foto dan Video, Doris Pardede, menegaskan ajang ini sejak awal tidak diarahkan hanya untuk mencari pemenang. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengangkat potensi daerah.
“Bagi kami, lomba ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang menjadi juara. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa menuangkan kreativitasnya melalui foto dan video,” ujar Doris.
Ia menilai antusiasme peserta membuktikan bahwa Kubu Raya memiliki banyak potensi yang bisa diangkat melalui sudut pandang kreatif masyarakat. “Kami melihat banyak karya yang menarik. Ini membuktikan bahwa banyak hal di Kubu Raya yang bisa diabadikan dan diperkenalkan melalui karya foto maupun video,” katanya.
Koordinator Mitra Jurnalis Kubu Raya, Edi Suhairul, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya para pegiat fotografi dan videografi. Ia berharap apresiasi yang diberikan kepada para pemenang dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan. Ada apresiasi terhadap karya dan kreativitas masyarakat yang harus terus kita dorong,” kata Edi.