KALIMANTAN BARAT — Razer kembali memperluas jajaran kursi gaming mereka dengan Soma Chroma, sebuah kursi bergaya balap yang mengusung nilai jual utama: lampu RGB yang dapat dikustomisasi penuh. Dibanderol USD 499 (sekitar Rp 8,2 juta), kursi ini menargetkan gamer yang sudah berada dalam ekosistem Razer dan menginginkan pengaturan cahaya yang seragam di seluruh perangkat.
Keunggulan utama Soma Chroma jelas pada pencahayaannya. Lampu RGB di kursi dapat dihubungkan ke PC melalui dongle USB 2.4 GHz atau Bluetooth LE, lalu dikendalikan lewat software Razer Synapse. Pengguna bisa menyinkronkan efek cahaya dengan game atau perangkat Chroma lain.
Yang menarik, Razer menyediakan kantong bervetsi di bagian belakang dudukan untuk menyimpan power bank portabel. Ini solusi cerdas agar kabel tidak mengganggu pergerakan, meskipun sayangnya power bank dan kabel ekstensi USB-C sepanjang 3 meter tidak termasuk dalam paket penjualan. Kabel USB-C bawaan yang pendek membuat pengguna harus merogoh kocek tambahan untuk aksesori ini.
Soma Chroma hanya memiliki sandaran tangan 2D (tinggi dan rotasi) serta tidak dilengkapi penyangga pinggang (lumbar support) yang bisa diatur. Razer mengklaim lekukan pada sandaran dirancang untuk posisi netral, namun dalam pengujian, pengguna dengan tinggi 178 cm dan berat 73 kg mulai merasakan nyeri di punggung bawah setelah duduk 6 jam non-stop dalam posisi tegak. Ini kontras dengan Razer Iskur V2 yang memiliki lumbar support 360 derajat.
Selain itu, desain saluran cekung di alas duduk dan sandaran berpotensi menjadi sarang debu dan remah makanan. Bagian belakang kursi juga terbuat dari plastik keras, berbeda dari model Iskur yang menggunakan material seragam.
Busa cold-cured foam ganda pada dudukan bekerja baik untuk meredakan tekanan di bokong. Dukungan paha juga cukup untuk postur tubuh rata-rata orang Indonesia. Sayangnya, ketiadaan lumbar support membuat kursi ini kurang ideal untuk kerja atau gaming maraton yang membutuhkan posisi duduk ergonomis dalam waktu lama.
Sandaran dapat direbahkan hingga 155 derajat, namun sudut di atas 100 derajat terasa tidak alami. Roda PU berdiameter 5 cm meluncur mulus di berbagai permukaan lantai.
Razer Soma Chroma adalah pilihan tepat bagi gamer yang sudah memiliki koleksi perangkat Razer dan menginginkan pengaturan RGB yang seragam. Efek lampu terlihat jelas di ruangan gelap dan bisa menjadi nilai estetika tersendiri.
Namun, jika prioritas utama Anda adalah kenyamanan dan ergonomi untuk penggunaan jangka panjang, Razer Iskur V2 X yang lebih murah USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) menawarkan fundamental kursi yang sama baiknya tanpa embel-embel RGB. Untuk harga Rp 8,2 juta, Anda membayar mahal untuk efek visual, sementara fitur penyesuaian kursi masih di bawah standar kompetitor di kelas harga yang sama.