SAMBAS — Sarah tak pernah menyangka pesanan jahitan bendera terbesarnya datang menjelang Hari ke-81 Kemerdekaan RI. Penjahit dari Ilham Collection itu ditunjuk untuk mengerjakan 1.000 lembar bendera Merah Putih yang akan dikibarkan di titik nol perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Bagi Sarah, pesanan ini menjadi yang pertama dalam kariernya. "Kalau untuk bendera hanya ini, yang seribu bendera ini. Kalau yang lain belum ada," ujarnya kepada Jurnalis.co.id.
Selama ini, ia lebih sering mengerjakan permak pakaian atau jahitan baju umum. Menjelang 17 Agustus, pesanan yang masuk biasanya hanya baju bertema merah putih untuk lomba, bukan bendera. "Bangga lah bagi kami. Sebelumnya belum pernah menjahit bendera seperti ini. Alhamdulillah kami sangat bangga," tuturnya.
Meski jumlahnya mencapai seribu lembar, Sarah mengaku tidak menemui kendala berarti. Ia menjelaskan, menjahit bendera justru lebih mudah dibandingkan pakaian karena hanya membutuhkan jahitan lurus tanpa pola rumit. "Kalau jahitan bendera ini lebih mudah bagi kami walaupun jumlahnya seribu. Tidak ada kesulitan berarti karena jahitannya lurus," ungkapnya.
Pekerjaan ini dikerjakan oleh empat orang penjahit secara bergantian. "Enggak memberatkan karena kami berempat yang mengerjakannya," jelas Sarah. Hingga wawancara dilakukan, sekitar 400 bendera telah rampung. Ia menargetkan seluruh pesanan selesai dalam waktu tiga pekan, mengingat para penjahit juga harus menyelesaikan orderan lain.
Ekspedisi Merah Putih diinisiasi oleh Rumah Jurnalis bersama MyPertamina. Kegiatan ini akan melibatkan 10 jurnalis dari media nasional dan lokal Kalimantan Barat. Selama tiga hari, mereka akan mengibarkan ribuan bendera di Desa Temajuk sebagai simbol semangat nasionalisme di wilayah paling ujung Indonesia.
Bagi Sarah, kontribusinya bukan sekadar pekerjaan. "Ini sangat membantu untuk kami penjahit di sini. Jahitnya juga lumayan nyaman karena hanya jahitan lurus," katanya. Di tengah keterbatasan order jahitan menjelang Hari Kemerdekaan, pesanan 1.000 bendera menjadi berkah tersendiri bagi para penjahit lokal di Sambas. (m@nk)