KALIMANTAN BARAT — Anton Widodo termasuk pengguna awal Geely EX5 di Indonesia. Mobil listrik tersebut dibelinya saat pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 dan kini odometer menunjukkan angka 25.000 km.
Sebelum memutuskan membeli, Anton mengaku sempat membandingkan beberapa mobil listrik di kelas yang sama. Namun, keputusan akhirnya jatuh pada EX5 setelah menjajal langsung kendaraan tersebut.
"Desainnya sederhana, enggak norak," ujar Anton kepada Kompas.com, Jumat (3/7/2026). Meski begitu, tampilan bukan satu-satunya faktor penentu. Sesi test drive menjadi momen kunci yang membuatnya mantap.
Anton menilai Geely EX5 menawarkan keseimbangan antara estetika dan fungsi. Ia tidak tertarik pada mobil listrik yang tampil terlalu mencolok atau penuh ornamen berlebihan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih melanjutkan program pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB II) untuk kendaraan bekas. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 dan mulai berlaku sejak 5 Januari 2025.
Program tersebut bertepatan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Masyarakat yang melakukan balik nama kendaraan bekas tidak lagi dikenakan tarif BBNKB atau sebesar Rp 0.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat Dedi Taufik menjelaskan, biaya yang masih dibayarkan saat balik nama di Samsat bukanlah pajak kendaraan. "Itu adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang digunakan untuk penerbitan dokumen kendaraan dengan identitas pemilik baru," jelasnya.
Artinya, proses balik nama gratis hanya berlaku untuk komponen BBNKB, bukan seluruh biaya administrasi. Pemilik kendaraan tetap harus mengeluarkan sejumlah uang untuk pengurusan dokumen di Samsat.
Tak hanya soal Geely EX5, persaingan mobil listrik di Indonesia juga semakin ramai dengan kehadiran BYD M6 Dual Mode (DM). Model ini secara langsung siap mengganggu persaingan di segmen low multi purpose vehicle (LMPV).
Kehadiran BYD M6 DM menambah pilihan baru di segmen hybrid yang selama ini didominasi pabrikan Jepang. Dengan teknologi plug-in hybrid, BYD mencoba menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan ruang kabin yang lega.