Domenicali Buka Peluang Reschedule Grand Prix Bahrain dan Saudi ke Kalender F1 2026

Penulis: Vikri Alfandi  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 03:47:01 WIB
Stefano Domenicali membuka peluang penjadwalan ulang Grand Prix Bahrain dan Saudi pada kalender F1 2026.

KALIMANTAN BARAT — Kepastian belum ada, namun pintu negosiasi masih terbuka. Domenicali mengungkapkan optimismenya dalam wawancara dengan media Inggris, Sabtu (4/7/2026). Ia menyebut pihaknya tengah menjajaki opsi penggantian jadwal agar kedua Grand Prix tetap terselenggara tahun ini.

Dua Seri yang Jadi Korban Konflik

Keputusan pembatalan diambil awal tahun setelah situasi keamanan di kawasan Teluk memburuk. Bahrain International Circuit dan Jeddah Corniche Circuit, dua sirkuit berstandar keselamatan tinggi, dinilai tidak aman menggelar ajang internasional sebesar F1.

Pembatalan ini menjadi pukulan telak bagi penggemar di Asia dan Timur Tengah. Bahrain dan Saudi telah menjadi tuan rumah pembuka musim dalam beberapa tahun terakhir, menggantikan Australia yang sempat terhambat kebijakan pandemi.

“Safety First” Jadi Prioritas Mutlak

Domenicali menekankan aspek keamanan tidak bisa ditawar. “Safety first, of course,” tegas pria asal Italia itu. Ia menambahkan bahwa FIA dan manajemen F1 terus memantau perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan final soal jadwal pengganti.

Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa Bahrain dan Saudi bisa dipindah ke akhir musim, November atau Desember 2026, jika kondisi memungkinkan. Namun, logistik menjadi kendala utama. Kalender F1 2026 sudah padat dengan 24 seri, termasuk tiga balapan di Amerika dan dua di Asia Tenggara.

Dampak ke Kalender dan Tim

Pembatalan dua seri ini otomatis mengurangi jumlah balapan musim ini menjadi 22, kecuali ada pengganti. Beberapa sirkuit cadangan seperti Portimao (Portugal) atau Istanbul (Turki) sempat disebut, namun belum ada konfirmasi.

Bagi tim, kepastian jadwal sangat krusial. Mereka harus menyusun strategi pengembangan mobil, rotasi personel, dan logistik pengiriman peralatan jauh-jauh hari. Jika reschedule diputuskan di menit-menit akhir, biaya operasional bisa membengkak.

Yang Perlu Dinanti Selanjutnya

Langkah selanjutnya ada di tangan FIA dan promotor lokal Bahrain dan Saudi. Mereka harus memberikan jaminan keamanan tertulis kepada F1. Domenicali enggan memberi tenggat waktu, hanya menyebut diskusi berjalan “konstruktif” dan “dengan itikad baik”.

Penggemar F1 Indonesia, yang biasanya menonton dini hari saat seri Bahrain dan Saudi, harus bersabar. Belum ada jadwal resmi pengganti, dan semua masih tergantung pada situasi di lapangan.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: skysports.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top